HeadlineKesehatanLife Style

Dokter Boyke: Jangan Remas Dada Wanita Kayak Cucian, Akibatnya Bisa Fatal

JAYANEWS.ID, JAKARTA – Memiliki dada montok, besar, dan sehat menjadi dambaan setiap wanita. Biasanya para pria lebih tertarik dengan bagian dada wanita yang padat berisi.

Menurut dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, dada besar itu karena dari ras, keturunan. Namun, ada cara agar wanita memiliki dada montok dan besar.

“Para pria bisa membantu wanita agar dadanya besar. Caranya rajin mengusap dada wanita,” kata Dokter Boyke dalam kanal WAW Entertainment di YouTube, beberapa waktu lalu.

Teknik mengusap dada ini, lanjutnya, bisa membuat otot-otot dada wanita. Namun, yang harus diingat memegang dada wanitanya harus dengan penuh kelembutan.

“Memegang dada wanita bisa membantu membuat ukurannya besar tetapi jangan kencang, ya. Bukan meremas kayak cucian diremas-remas,” tegasnya.

Artinya, kata seksolog Indonesia ini, memegang dengan memberikan sentuhan. Karena saat dada wanita dipegang akan mengembang.

Biasanya, tambah Dokter Boyke, para pria karena saking nafsunya, akan meremas dada wanitanya dengan kencang.

Hal ini, sangat berbahaya bagi si wanita sebab bisa memicu timbulnya kanker payudara.

“Dada wanita itu memiliki sensitivitas sehingga tidak perlu diremas-remas. Cukup diusap-usap akan mengembang,” ujarnya.

Kalau sudah mengembang dan sering dilatih (dirangsang dengan usapan), lanjut dokter lima cucu ini, sedikit demi sedikit akan membesar.

Hanya, kadang-kadang kembali lagi kalau tidak dilatih terus.

Dia mengumpamakan seperti latihan barbel yang dilakukan wanita bisa untuk ‘menghidupkan’ otot-otot dada wanita.

“Jadi mengusap dada wanita akan memperbesar ukuran bukan mitos. Tetapi ingat, ya, bukan diremas tetapi diusap,” tegas Dokter Boyke.

 

Baca artikel aslinya di laman https://www.jpnn.com/news/dokter-boyke-jangan-diremas-dada-wanita-akibatnya-bisa-fatal

Label
Tampilkan Lebih Banyak

JayaNews

Jayanews.id adalah media online nasional yang menyajikan berita-berita nasional dan daerah terupdate.

Artikel Terkait

Back to top button
Close