Headline

Anggota TNI Dikeroyok Debt Collector saat Antar Warga yang Sakit

JAYANEWS.ID – Anggota TNI berseragam lengkap mengalami perlakuan tidak pantas dari sekelompok orang yang diduga debt collector. Anggota Babinsa Serda Nurhadi itu diadang para penagih saat hendak mengantarkan warga yang terkena serangan jantung ke rumah sakit.

Perlaku sekelompok penagih utang atau juga disebut mata elang itu viral di sejumlah akun media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, sejumlah laki-laki mencoba merebut mobil yang dikendarai anggota TNI tersebut.

Sementara di dalam tampak anggota TNI berseragam tersebut mempertahankan kendaraannya. Di dalam mobil tampak sejumlah penumpang dan seorang warga yang sedang sakit dan kondisinya membutuhkan perawatan medis segera.

“Pak, ini TNI Pak, TNI Pak, Pak ini TNI dikeroyok, TNI dikeroyok Pak,” kata salah seorang penumpang di dalam mobil,” dikutip iNews.id dari video yang di-posting akun TNIlovers, Sabtu (8/5/2021).

Kejadian ini disaksikan banyak orang. Seorang laki-laki bertato di lengan kirinya, diduga debt collector, berusaha merebut kunci dan setir yang dipegang oleh anggota TNI.

“Saya mau ngantar orang sakit. Saya mau mengantar pasien ke rumah sakit jantung di sana, tolong,” kata anggota TNI berseragam itu.

Namun, debt collector tersebut tampaknya tetap bersikeras merebut kendaraan. Sementara anggota TNI itu juga berusaha menyampaikan bahwa dirinya hendak mengantarkan orang yang sakit ke rumah sakit jantung.

Sementara itu, Kodam Jaya mengecam tindakan penagih utang yang merampas kendaraan mobil saat dikemudikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sersan Dua (Serda) Nurhadi ketika mengantar orang sakit.

“Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya, tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak penagih utang yang secara arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan Serda Nurhadi sebagai Babinsa, yang akan menolong warga sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di Rumah Sakit,”ujar Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

Herwin menegaskan tindakan mengambil kendaraan bermotor secara paksa (perampasan) dapat dijerat/dikenakan Pasal 365 KUHAP mengenai pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan dari pasal pencurian biasa,sebagai mana dimaksud dalam pasal 362 KUHAP.

Dia menjelaskan Serda Nurhadi yang mengemudikan mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK Warna Putih merupakan Babinsa Ramil Semper Timur II/05 Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/ Jakarta Utara.

Namun, Serda Nurhadi bukan pemilik kendaraan tersebut, melainkan hanya ingin menolong seorang warga Tanjung Priok berobat.

Kejadiannya, pada Kamis (6/5) sekitar pukul 14.00 Wib, Serda Nurhadi yang berada di Kantor Kelurahan Semper Timur mendapat laporan dari anggota PPSU yang melihat ada kendaraan yang dikerubuti oleh kurang lebih 10 orang, sehingga menyebabkan kemacetan.

Kemudian di dalam mobil tersebut, terdapat anak kecil dan seorang yang sakit, juga terdapat paman dan bibi pemilik mobil, sehingga Serda Nurhadi berinisiatif mengambil alih kemudi mobil untuk mengantarkan mereka ke Rumah Sakit melalui jalan Tol Koja Barat.

Namun dalam perjalanan, mobil tetap dikerubuti kelompok penagih utang tersebut. Sehingga Serda Nurhadi beralih membawa mobil tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara karena melihat kondisi kurang bagus tersebut.

“Serda Nurhadi sebagai Babinsa terpanggil membantu warga yang sedang sakit untuk di bawa ke RS, dan Serda Nurhadi sendiri tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah,”jelas Kapendam Jaya.

Permasalahan ini telah ditangani oleh Pihak Polres Metro Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakut.

 

Baca artikel aslinya: https://www.inews.id/news/nasional/viral-anggota-tni-dikeroyok-debt-collector-saat-antar-warga-yang-sakit

Label
Tampilkan Lebih Banyak

JayaNews

Jayanews.id adalah media online nasional yang menyajikan berita-berita nasional dan daerah terupdate.

Artikel Terkait

Back to top button
Close